Oleh: Sulistyanto Soejoso, anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

Pembukaan UUD adalah amanat dari para pendiri & tokoh-tokoh negeri yang harus dilaksanakan oleh generasi yang sesudahnya. Sebagai generasi penerus, menjalankan amanat itu adalah kesadaran sekaligus keharusan.

Dalam pembukaan UUD 45 (sekarang masih bisa disebut UUD 45 atau tidak? Karena sudah beberapa kali di amandemen kan?), salah satu yang diamanatkan adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Berkaitan dengan apakah amanat itu sudah dilaksanakan atau belum oleh generasi penerus (termasuk kita), tentu kita bisa menjadikan apa yang terjadi saat ini sebagai tolok ukur dan pembuktian.

Beberapa pertanyaan berikut ini tidak saya maksudkan untuk menyalahkan siapa-siapa, tetapi lebih saya maksudkan untuk jadi bahan renungan. Pertanyaan-pertanyaannya adalah sebagai berikut:

  1. Indonesia punya lebih dari 17.500 pulau, tetapi garam masih import. Apakah amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dijalankan anak-anak bangsa negeri ini?
  2. 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan, tetapi ikan masih import. Apakah amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dijalankan anak-anak bangsa negeri ini?
  3. Indonesia berada di garis khatulistiwa, sebuah wilayah di daerah tropis yang sangat subur, tetapi cabe saja import. Apakah amanat mencedaskan kehidupan bangsa sudah dijalankan anak-anak bangsa negeri ini?
  4. Guru-guru SD menyatakan kepada murid-muridnya, Indonesia adalah negara yang gemah ripah lohjinawi, tetapi di luar sekolahnya para siswa selalu melihat banyak orang untuk bisa makan harus mengais sampah. Apakah amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dijalankan anak-anak bangsa negeri ini?
  5. Era 1970-an, atas permintaan Malaysia, warganegara yang dikirim Indonesia kesana kebanyakan adalah guru.Sekarang, yang dikirim ke Malaysia kebanyakan kuli dan babu.
  6. Apakah amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sudah dijalankan anak-anak bangsa negeri ini?

Tentu masih banyak yang bisa kita tambahkan untuk menambah daftar panjang pertanyaan terhadap 1 point amanat mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Belum lagi kalau kita juga menelaah poin-poin amanat yang lain dalam pembukaan UUD negeri ini.

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat tentang pendidikan. Pertanyaan-pertanyaan di atas memaparkan beberapa hal paradoks yang menunjukkan bahwa sesungguhnya pendidikan di negeri ini gagal total. Pilar-pilar pendidikan di negeri ini ternyata sudah sangat lama tidak menjalankan fungsinya karena terjebak dgn ukuran semu dan simbol-simbol. Bangsa ini sudah lama meremehkan dan bahkan melupakan ajaran-ajaran dan buah-buah pikiran bapak pendidikan bangsanya. Padahal ajaran-ajaran dan buah-buah pikiran bapak pendidikan bangsa ini dikagumi dan diadopsi oleh bangsa lain, termasuk negeri jiran itu.

Ironi? Tidaklah waras kita ini kalau melihat kondisi bangsa sekarang ini bukanlah sesuatu yang ironis. Tetapi, tentu kita tidak boleh berhenti hanya pada tingkatan merenung dan pasrah pada nasib saja. Tindak dan langkah nyata untuk perubahan harus segera dilakukan. Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang masih sangat sentralistik harus segera diubah. Kekukuhan pemerintah pusat yang selalu menganggap benar kebijakan2 bidang pendidikan yang telah dibuatnya harus berubah menjadi kerelaan untuk memberi kesempatan kepada semua pihak yang punya alternatif lain mewujudkan dan menjalankan alternatif lain itu. Pemerintah daerah harus segera mengambil inisiatif mewujudkan otonomi bidang pendidikan di wilayahnya masing2. Apa yang bisa diperankan anggota masyarakat untuk perbaikan pendidikan negeri ini?

Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing: “Apa yang bisa saya kontribusikan untuk mewujudkan perubahan ini?”.

Tetes demi tetes “darah” yang mengalir pada tubuh seluruh anak bangsa ini sesungguhnya adalah “darah” dari jenis bangsa yang BESAR, bangsa yang dulu memiliki kedaulatan di segala bidang dan pengaruhnya jauh menembus batas wilayah kekuasaannya. Kalau sekarang kita jadi bangsa pecundang karena kita tidak menjalankan dan bahkan mungkin malah sudah mengkhianati amanat dari para pendiri bangsa ini. Mari kita jalankan dengan sungguh-sungguh amanat-amanat itu agar kita bisa menegakkan kembali keINDONESIAan bangsa besar ini. SEMOGA.