Bertanya, Kecakapan Mendidik di Abad 21

Posted by on 4 Jun 2015 in blog, featured | 4 comments

Misalkan sebuah toko memberikan diskon 17%, tetapi pembeli harus membayar pajak 15%. Saat kita berbelanja di toko itu dan boleh mengatur, kita ingin diskon atau pajak yang dihitung dahulu? Kita sebagai pembeli lebih untung jika dipajak dahulu baru didiskon, atau sebaliknya didiskon dahulu baru dipajak?

Melalui pertanyaan itu, pendidik menggiring dan merancang kerangka pembelajaran. Kemudian, melalui pertanyaan itu, pendidik memicu diskursus dan merawat budaya bernalar menuju pemahaman yang mendalam. Kecakapan mendidik melalui bertanya ini yang merupakan bekal utama guru dan orangtua di abad 21.

Read More

Perisakan Akal

Posted by on 3 May 2015 in opini | 5 comments

Dimuat di Koran Tempo, 3 Mei 2015

Saat menginginkan atau mendapatkan mainan baru, anak kecil kerap segera melupakan mainan lamanya sekaligus menggumuni atau menyukainya mainan barunya dengan berlebihan. Kadang tidak cukup dengan melupakan yang lama, tetapi kadang disertai memburuk-burukkan yang lama. Tampaknya, perilaku seperti ini tertanam pada beberapa orang sampai dewasa, tanpa disadarinya.

Demikian pula pada dunia gagasan. Sesaat mendapatkan suatu gagasan baru dan melihat kebaikannya, orang kerap begitu menggumuninya sekaligus menjelek-jelekkan yang lama.

Read More

Evolusi Ibu Harimau

Posted by on 26 Apr 2015 in opini | 2 comments

dimuat di Koran Tempo, 25 April 2015

“Kita bukan dari keluarga berada. Satu-satunya cara memperbaiki hidup kita dengan belajar, sekolahlah yang rajin,” seperti itu kurang lebih pesan yang terus menerus didengungkan Ibu dari saat saya ingat sampai remaja. Kebanyakan orangtua dari teman sebaya saya saat itu juga demikian. Para Ibu Asia dalam tradisinya ternyata juga bersikap demikian. Paksaan untuk kerja keras terus menerus, pengingatan ancaman konsekuensi kemalasan tak henti, penekanan ekspektasi atau harapan yang tinggi, serta upaya pendisiplinan dari para ibu ini disebut menjadi salah satu faktor keberhasilan anak-anak Asian American, bahkan yang merantau jauh sendirian ke negara maju lainnya (Park, Time, 5 Mei 2014).

Read More

Keberlanjutan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Posted by on 19 Apr 2015 in blog, featured | 0 comments

Disampaikan pada Seminar Nasional Pengembangan Sains Dasar Antar Disiplin, Peringatan Seperempat Abad AIPI, Surabaya, 20 April 2015.

Pengembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang sama pentingnya dengan upaya pengembangannya di masa sekarang. Terjaminnya peningkatan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan pada generasi mendatang tentu harus dirancang strateginya hari ini. Ini juga yang akan menjamin kuatnya ekonomi bangsa di hari esok.

Read More

Harapan Baru Setelah Rezim UN

Posted by on 2 Apr 2015 in opini | 3 comments

Oleh: Y. Nugroho Widiyanto, Kandidat Doktor Ohio State University, Dosen FKIP Unika Widya Mandala Surabaya
Dimuat di Harian Kompas, 2 April 2015

Rezim ujian standar pendidikan secara nasional, secara singkat kita sebut UN, sudah berkuasa dalam beberapa dekade di Indonesia. Menteri datang dan pergi silih berganti, kurikulum berubah dari bandul satu ke bandul yang lain, tetapi semua takluk pada rezim ini.

Rezim UN sangat berpengaruh dalam mengatur mobilitas sosial dan ekonomi para siswa dari berbagai jenjang. Tak mengherankan, kesakrakalannya harus dijaga sebagai “Rahasia Negara”, diinapkan di kantor polisi sebelum diberikan kepada siswa, bahkan Densus Anti Teror pun ikut terlibat mengawalnya.

Read More