Paradoks Teknologi Belajar

Posted by on 3 Mar 2015 in blog | 0 comments

Dimuat di Kompas, 3 Maret 2015

Bagi sekolah di kota besar, berfasilitas baik, dan dilayani guru bermutu, penyediaan teknologi belajar bagi para murid merupakan kemewahan. Teknologi untuk belajar di sekolah baik merupakan unsur pelengkap atau penghias semata, bukan kebutuhan. Jika tak tersedia teknologi belajar pun, para siswa tetap dapat belajar bersama gurunya.

Read More

Nawa Cita, Evaluasi K13 dan Pendidikan Pancasila

Posted by on 13 Feb 2015 in blog | 0 comments

Oleh: Fandy Hermanto

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan memutuskan kebijakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 (selanjutnya disebut sebagai K13). Keputusan ini tertuang dalam surat menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014. Kebijakan ini pun telah dikomunikankan kepada Komisi X DPR RI pada rapat kerja pertama masa sidang kedua 2014/2015 (27/1).

Read More

Menanti Ayah Bunda

Posted by on 13 Feb 2015 in blog | 0 comments

Oleh: Darmaningtyas,

Ayah Bunda merupakan sebutan yang amat khas di kalangan kelas menengah terdidik. Jarang sekali anak-anak dari orang kebanyakan menyebut kedua orang tua mereka dengan sebutan “ayah bunda”. Sebutan “ayah bunda” itu memperlihatkan kelekatan emosional relasi antara relasi anak dengan orang tuanya (bapak dan ibu). Para ibu dari kalangan terdidik yang care terhadap anaknya akan selalu membahasakan anaknya dengan “bunda”.  Tidak aneh bila sebutan “ayah bunda” itu kemudian menjadi nama majalah keluarga. Pilihan nama tersebut, bukan tanpa pertimbangan yang masak, tapi didasarkan pada makna filosofis dan semantic. Itulah sebabnya namanya “ayah bunda”, bukan “bapak ibu” atau “papa mama”.

Read More

Kerangka Kurikulum Mendatang

Posted by on 13 Feb 2015 in opini | 0 comments

Versi lebih singkat dimuat di Koran Tempo, 13 Februari 2015

Kurikulum 2013 sudah dimasukkan “bengkel” di Puskurbuk-Balitbang, untuk diperbaiki. Hasil perbaikannya diharapkan bermanfaat sekaligus memudahkan guru dalam merancang pengalaman belajar, sehingga tiap pelajar mampu mengembangkan dirinya dalam kehidupannya secara optimum.

Read More

Kurikulum bagi Raksasa

Posted by on 18 Dec 2014 in opini | 0 comments

Dimuat di Koran Tempo, 18 Desember 2014

Common Core State Standards

Dari empat negara berpenduduk terbesar Tiongkok, India, AS, dan Indonesia, negara India dan AS sama-sama tak memiliki kurikulum nasional. Bahkan standar CCSS (Common Core State Standards)  yang baru sedang dicoba untuk diterapkan belum disepakati untuk diterapkan di semua negara bagian. Standar CCSS ini pun sementara baru mencakup matapelajaran Matematika dan Bahasa Inggris saja. Para pendidik AS berpendapat bahwa standar CCSS ini dan khususnya ujiannya membuka peluang terjadinya penyeragaman pendidikan dan anak didik. Dan, ini bertentangan dengan kebebasan individu dan keberagaman yang dijuarakan sistem pendidikan AS.

Read More