Perisakan Akal

Posted by on 3 May 2015 in opini | 5 comments

Dimuat di Koran Tempo, 3 Mei 2015

Saat menginginkan atau mendapatkan mainan baru, anak kecil kerap segera melupakan mainan lamanya sekaligus menggumuni atau menyukainya mainan barunya dengan berlebihan. Kadang tidak cukup dengan melupakan yang lama, tetapi kadang disertai memburuk-burukkan yang lama. Tampaknya, perilaku seperti ini tertanam pada beberapa orang sampai dewasa, tanpa disadarinya.

Demikian pula pada dunia gagasan. Sesaat mendapatkan suatu gagasan baru dan melihat kebaikannya, orang kerap begitu menggumuninya sekaligus menjelek-jelekkan yang lama.

Read More

Evolusi Ibu Harimau

Posted by on 26 Apr 2015 in opini | 2 comments

dimuat di Koran Tempo, 25 April 2015

“Kita bukan dari keluarga berada. Satu-satunya cara memperbaiki hidup kita dengan belajar, sekolahlah yang rajin,” seperti itu kurang lebih pesan yang terus menerus didengungkan Ibu dari saat saya ingat sampai remaja. Kebanyakan orangtua dari teman sebaya saya saat itu juga demikian. Para Ibu Asia dalam tradisinya ternyata juga bersikap demikian. Paksaan untuk kerja keras terus menerus, pengingatan ancaman konsekuensi kemalasan tak henti, penekanan ekspektasi atau harapan yang tinggi, serta upaya pendisiplinan dari para ibu ini disebut menjadi salah satu faktor keberhasilan anak-anak Asian American, bahkan yang merantau jauh sendirian ke negara maju lainnya (Park, Time, 5 Mei 2014).

Read More

Harapan Baru Setelah Rezim UN

Posted by on 2 Apr 2015 in opini | 3 comments

Oleh: Y. Nugroho Widiyanto, Kandidat Doktor Ohio State University, Dosen FKIP Unika Widya Mandala Surabaya
Dimuat di Harian Kompas, 2 April 2015

Rezim ujian standar pendidikan secara nasional, secara singkat kita sebut UN, sudah berkuasa dalam beberapa dekade di Indonesia. Menteri datang dan pergi silih berganti, kurikulum berubah dari bandul satu ke bandul yang lain, tetapi semua takluk pada rezim ini.

Rezim UN sangat berpengaruh dalam mengatur mobilitas sosial dan ekonomi para siswa dari berbagai jenjang. Tak mengherankan, kesakrakalannya harus dijaga sebagai “Rahasia Negara”, diinapkan di kantor polisi sebelum diberikan kepada siswa, bahkan Densus Anti Teror pun ikut terlibat mengawalnya.

Read More

Kerangka Kurikulum Mendatang

Posted by on 13 Feb 2015 in opini | 0 comments

Versi lebih singkat dimuat di Koran Tempo, 13 Februari 2015

Kurikulum 2013 sudah dimasukkan “bengkel” di Puskurbuk-Balitbang, untuk diperbaiki. Hasil perbaikannya diharapkan bermanfaat sekaligus memudahkan guru dalam merancang pengalaman belajar, sehingga tiap pelajar mampu mengembangkan dirinya dalam kehidupannya secara optimum.

Read More