“Saatnya anak-anak memimpin!” seru Inanda Tiaka, penggagas Child Can Lead. Sebagai seorang karyawan, ternyata kemonotonan yang membuncah akibat rutinitas kerja seorang Inanda terhapuskan dengan bermain bersama anak-anak. Apa yang Inanda saksikan di perkampungan-perkampungan pinggiran adalah: kehidupan anak-anak di sana tak layak. Dengan mengikuti aktivitas dan mengamati kebiasaan mereka, Inanda mendapati bahwa ada sesuatu yang salah dengan mereka.
Lantas, apa yang dipunya seorang Inanda Tiaka untuk mereka? Ya: D.R.E.A.M, mimpi. Mimpinya adalah agar anak-anak Indonesia dapat menjadi berbeda (Different), bertanggung jawab (Responsible), terdidik (Educated), aktif (Active), dan santun (Manners). Berangkat dari mimpinya, Inanda menggagas bahwa sekaranglah saatnya mereka disiapkan dan menyiapkan diri untuk memimpin: Child Can Lead.
Mimpi tak boleh berhenti jadi sekadar angan, namun harus dilakukan. Berawal dari suatu rumah kecil, Inanda mendirikan sebuah perpustakaan kreatif. Di sana ia ingin membangun keingintahuan anak-anak, yang menjadi pondasi awal insan-insan terdidik.

Inanda Tiaka menyampaikan gagasan tentang Child Can Lead dengan konsep D.R.E.A.M; dare to be DIFFERENT, RESPONSIBLE in everything they do, well EDUCATED, being ACTIVE, having good MANNERS.