Seperti biasa sehabis pulang sekolah pertanyaan yang kuajukan adalah : Gimana tadi ujiannya bisa ga? Di hari kedua ujian nasianal ini, anakku menjawab sambil tersenyum: “pada dapet contekan..”..hmm, taktik cari alasan nih…aku menerima jawaban anakku sambil lalu.
Sejak hari itu ada yang berubah… semangat belajarnya menurun drastis. Oh mungkin krn terlalu semangat dihari pertama jadi terkuras energinya,…masih bisa ditolerir. Hari Ketiga dan keempat…tetap santai…., malah sempat2nya relaksasi main game segala. Gak keliatan keseriusan dan semangat atau kecemasan menghadapai ujian akhir nasional.
Tiba sa’at wisuda, sa’at pemberian penghargaan bagi siswa lulusan terbaik dan siswa dengan perolehan nilai ujian sempurna 10 untuk tiap-tiap mata pelajaran diumumkankan. Satu persatu siswa naik ke panggung, didampingi ortunya menerima penghargaan. Duuh bangga ya klo bisa tampil dipanggung seperti itu. Seketika suasanan jadi hiruk pikuk dengan munculnya teriakan…boooo…ketika seseorang siswa disebutkan namanya. Orang tua murid celingukan cari jawaban kiri kanan atas reaksi spontan yang kurang pada tempatnya itu, walhasil: “dia disorakin krn selama ini dia itu ga pernah dapat ranking di kelas…” jwb nya sambil senyum-senyum lagi. Kok bisa ya? Beruntung sekali….Tiba-tiba ada bisikan :” Mama emang mauu kaya gitu… nilaiku bagus karena nyontek?”…aku tersentak.
Miris rasanya memandang wajah anak anak yang selama 3 tahun masa sekolahnya berprestasi duduk terdiam dikursinya, menyaksikan temannya yang selama ini “biasa2 aja prestasinya” tiba-tiba berubah jadi genius dalam semalam dan melunturkan upaya dan pengharapan atas nilai2 kejujuran yang mereka selama ini mereka yakini…
Nilai-nilai apa yang sedang kita tanamkan kepada mereka, bila penghargaan diberikan terhadap hasil akhir tanpa mempedulikan proses pencapaiannya? Sadarkah dunia pendidikan kita sedang menyemai benih budaya ‘jalan pintas’, ‘korupsi’, ‘permafiaan’,… dari keyakinan semu bahwa hujan sehari bisa menghapus kemarau setahun…? Tentu bisa diprediksi buah yang dihasilkan adalah generasi yang notabene serupa dengan bibitnya.