Jujur itu seperti Pandora box, menanti-nanti siapa yang akan membukanya. Jujur itu mudah hilang daribibir tapi sulit hilang dari hati. Begitu pula yang dirasakan keluarga Ny. Siami berdasarkan berita yangbaru saja saya dengar malam ini. Hal itu membuat saya miris dan sangat disayangkan sekali kenapamasih terjadi. Aneh. Seperti lagunya Lady Antebellum – I run to you “This world keeps spinning fasterinto a new disaster …” memang dunia ini makin banyak masalah . Nampaknya sudah mulai luntur nilai-nilai kejujuran dalam pendidikan kita.

Saya pernah mengalami apa yang dirasakan AL sewaktu saya di bangku kelas 6 SD. Menyebalkan,sungguh. Saya kesal. Kenapa kita mau berbuat baik malah jadi malah yang disalahkan? Aneh gaksih? Heran. Tapi, saya yakin orang-orang yang cukup berpendidikan dan tahu moral pasti akanmendukung kita meski tidak kelihatan. Mungkin orang-orang di desa Ny. Siami masih belum sampaipada pemahaman itu. Di posisi AL, kita merasakan asin, pedas dan manisnya sebuah kejujuran. Ituanugerah di mana Ny. Siami dan AL diuji untuk mendapatkan tempat yang lebih mulia lagi di mata SangPencipta.

Siapapun kita, di mana pun kita, tetap junjung lah nilai-nilai kejujuran. Meski tertindas, dikucilkan, dicacimaki, atau diomongin di belakang. Yakin lah Ny. Siami dan AL tidak sendirian, pasti ada orang-orang diluar sana yang akan mendukung kalian. Dukungan akan selalu datang untuk kebaikan, karena kebaikanmenyehatkan dan membersihkan hati kita. Bagi orang-orang di desa di mana Ny. Siami tinggal, semogasegera diberi hidayah untuk memahami nilai-nilai kejujuran. Selain itu kepada pihak-pihak yang telahdicopot jabatannya gak ngamuk atau balas dendam tetapi menerima konsekuensi tersebut denganlapang dada dan mulai memperbaiki diri. Cheer up Ny. Siami and AL!! Good job! =)

Iska Dinarristy