Membaca berita mengenai mencontek massal di Surabaya, http://www.bincangedukasi.com/indonesiajujur-suarakan-dukunganmu-akan-kejujuran.html, hati saya miris sekali. Ini menandakan bahwa sebenarnya Tuhan itu sudah dianggap tidak ada oleh para wali murid SDN Gadel 2 Tandes, Surabaya. Bagaimana tidak?, para wali murid itu dengan emosi yang meledak-ledak mencaci maki keluarga ibu Siami dan anaknya, AL, yang dianggap sok pahlawan karena melaporkan tindakan gurunya yang meminta anaknya, AL, memberikan contekan kepada teman-temannya.

Saya tidak mau panjang lebar membahas hal ini. Ini adalah paradigma yang salah di negeri ini yang sudah berlangsung bertahun-tahun, bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang ditentukan berdasarkan nilai raport, nilai ujian, dan IPK. Orang-orang kebanyakan terlalu mengagungkan kecerdasan intelektual (IQ), tapi karena hal itu banyak orang menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai tinggi termasuk salah satunya dengan MENCONTEK. Di sekolah-sekolah juga menerapkan sistem nilai akademik untuk penerimaan muridnya, demikian juga di perguruan tinggi. Akibatnya murid-murid berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan nilai tinggi, baik dengan cara semestinya ataupun dengan cara yang tidak baik. Pun demikian dengan sekolah-sekolah berusaha sekuat tenaga untuk mengharumkan nama mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan contekan, meminta salah satu muridnya yang pintar untuk memberikan contekan kepada teman-temannya, dan masih banyak cara lain yang membuat kita miris mendengarnya.

Allah SWT atau Tuhan itu ada dan tidak tidur, seandainya para wali murid itu bisa memahami kalimat tersebut tentunya mereka tidak khawatir dengan hasil ujian, yang penting terus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, adapun hasilnya serahkan kepada Tuhan. Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada para wali murid dan guru-guru di seluruh Indonesia :

  1. Apakah mereka beragama?
  2. Apakah mereka percaya dan yakin 100% Tuhan atau Allah itu ada?
  3. Apakah mereka percaya ada kehidupan setelah kita mati?
  4. Apakah mereka percaya bahwa setiap perbuatan kita di dunia baik atau buruk sekecil biji dzarah pun akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat?
  5. Apakah mereka percaya surga dan neraka itu ada?

Kalau mereka semua menjawab “iya”, maka pertanyaan saya selanjutnya :

  1. Mengapa mereka masih menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tinggi termasuk mencontek?
  2. Mengapa mereka mencaci maki AL dan ibunya yang sudah berusaha jujur?
  3. Yang Maha Jujur/Amanah adalah salah satu sifat Allah, Al Mu’miin, apakah mereka mengingkarinya?
  4. Jujur adalah salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh para pemimpin kita siapapun itu, apakah mereka tidak ingin pemimpinnya tidak jujur?
  5. Apakah mereka tidak suka dengan sifat Jujur?
  6. Apakah mereka tidak sadar bahwa saat ini dari dulu, saat ini, sampai kita mati, Allah SWT selalu melihat apa yang kita kerjakan?
  7. Terakhir, apakah mereka mempunyai kekuatan untuk bisa menentang siksa neraka akibat melanggar kejujuran?

Nilai tinggi semata, bukan satu-satunya hal yang bisa membuat orang bisa berhasil di dunia, masih ada faktor lain, diantaranya adalah semua sifat baik yang dimiliki manusia dan etika juga menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang, salah satunya kejujuran. Dan yang terpenting, semua itu harus dilandasi oleh tujuan akhir mengapa manusia diciptakan di muka bumi, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam. Menjadi hamba Allah di muka bumi yang senantiasa menebarkan kasih sayang bagi seluruh manusia.

Manusia paripurna / sempurna adalah manusia yang bisa menyandingkan kepintarannya, sifat baiknya, dan memahami tujuan mereka hidup di dunia sebagai hamba Allah.  Jika kita tidak bisa mencapai paripurna maka yang harus kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. Sebagai penutup, saya ingin berpesan kepada para wali murid, para guru, dan semua manusia Indonesia yang masih berAgama bahwa di dalam agama Islam ada 4 hal yang pernah ditanyakan Malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW, yaitu :

  1. Apa itu Islam? Islam adalah Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji (ini adalah amalan)
  2. Apa itu Iman? Iman adalah percaya kepada Allah, Malaikat, Nabi, Al Quran, Hari Akhir, dan Ketentuan/Takdir Allah (ini adalah keyakinan)
  3. Apa itu IHSAN? Ihsan itu adalah merasa melihat Allah, dan apabila kita tidak bisa melihat, maka merasalah bahwa kita sedang dilihat Allah (ini adalah keyakinan paling dalam)
  4. Kapan datangnya Kiamat? Yang bertanya dan yang ditanya sama-sama tidak tahu.

Saya yakin 100% bahwa di agama lain juga mengajarkan bahwa tiap manusia harus berlaku Jujur. Semoga kita semua bisa berbuat jujur apapun tantangannya? Karena jika kita yakin kepada Allah, yakin bahwa Allah tidak tidur, maka kita akan bisa Jujur, dan hanya Allah yang bisa membalas semua yang kita lakukan. Pemimpin yang Jujur adalah Pemimpin yang diharapkan oleh semua rakyatnya, dan itu diawali dengan tidak mencontek pada saat mereka sekolah, dengan kata lain saya bisa katakana bahwa Mencontek adalah bibit Korupsi. Mari kita budayakan Jujur untuk Indonesia Jujur.

 

Adam Putera Pratama