Lanjut ya… Setelah posting pertama dan kedua, posting ketiga ini masih membahas tentang satu penyebab sekolah formal tidak berhasil menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi siswa, menurut Dr. Tae. Sedikit review, masalah pertama menurut Dr. Tae adalah sekolah tidak merekruit guru-guru yang berkualitas, sedangkan masalah kedua adalah format kelas yang tidak efektif. Lalu apa masalah ketiga?

Masalah 3: Struktur persekolahan

Dr. Tae berargumen bahwa bila sekolah dan reformasi pendidikan formal diharapkan berjalan efektif, maka sekolah harus didesain untuk membantu siswa belajar.

Persekolahan pada umumnya memiliki struktur sebagai berikut: tahun ajaran yang dibagi menjadi periode kecil (semester, catur wulan), batasan waktu yang sudah ditentukan untuk mempelajari setiap materi yang juga sudah ditentukan, dan gurunya memberikan nilai pada setiap siswa. Mana dari semua itu yang memang dibutuhkan untuk proses pembelajaran?  TIDAK ADA! Yang ada malah semua itu mengganggu jalannya proses pembelajaran.

Dr. Tae kemudian menunjukkan di videonya tentang passion-nya yang lain, yaitu bermain skateboard! Ia memperlihatkan proses yang ia jalani untuk mempelajari sebuah trik tertentu. Ternyata ia harus mencoba 53x untuk berhasil melakukan trik tersebut. Dari pengalaman itu ia kemudian menemukan rahasia keberhasilan pembelajaran: terus coba dan cari tahu sampai kita paham!

Lah, kalau cuma begitu sih kita juga sudah tahu ya? Dr. Tae pun kasih contoh lain untuk mempertegas jawaban yang sederhana terhadap pertanyaan yang sulit itu. Coba lihat bayi yang belajar berjalan. Kita tidak mengirim mereka ke sekolah cara berjalan, lalu di sana mereka akan mendapat nilai buruk karena tidak bisa berhasil belajar berjalan dalam waktu satu semester, bukan? Tidak lah. Kita biarkan bayi terus mencoba berjalan sampai mereka bisa.

Contoh lain: belajar memainkan instrumen musik. Apakah kita melihat orang-orang yang belajar musik itu duduk di ruang kelas besar dan penuh lalu menerima instruksi satu arah dari gurunya di depan kelas? Tidak. Di sekolah musik, instruksi dan bimbingan dari guru biasanya bersifat personal terhadap setiap siswa.

Bagian ketiga dari pemaparan Dr. Tae ini tampak terlalu sederhana. Namun banyak sekali masalah di sistem persekolahan formal yang sebenarnya memang sederhana, namun karena sudah berjalan sekian puluh tahun, kita anggap sebagai kebenaran yang tidak bisa dibongkar.

Sudah sekian banyak pakar pendidikan nasional maupun internasional yang meneriakkan bahwa struktur persekolahan dan format kelas saat ini didesain untuk memenuhi kebutuhan era industri, era yang telah lama lewat. Di era informasi, kontekstual, dan konseptual saat ini, kita perlu melihat lagi sampai ke hal-hal paling mendasar di dunia pendidikan, apakah semua yang sudah biasa kita lakukan selama ini justru telah menjadi penghambat bagi kemajuan kita.

Di posting berikutnya, bagian terakhir dari serial ini, Dr. Tae akan merangkum masalah yang ada lalu mencoba memberikan alternatif solusi. ***