Masih ingat Pak Tino Sidin (halah ketauan umurnya)? Ya, apapun gambar anak yang ditampilkan, komentarnya selalu “Bagus”. Begitulah sikap dasar seorang pendidik yang harusnya mewarnai proses pendidikan anak.

Spirit Pak Tino Sidin ini masih mudah kita jumpai di taman kanak-kanak. Guru-guru relatif toleran terhadap kesalahan anak. Lebih mudah melontarkan pujian pada anak. Lebih banyak memberi stimulasi untuk membentuk perilaku anak, dibandingkan menyampaikan larangan.

Anak-anak di taman kanak-kanak pun relatif gembira menjalani hari-harinya. Anak masih menjadi seorang anak, dengan spontanitasnya, keluguannya dan keberaniannya untuk mencoba. Setiap hari adalah hari gembira, berkumpul bersama teman-teman.

Mengembalikan Spirit Pak Tino Sidin

Mengembalikan Spirit Pak Tino Sidin

Suasana di taman kanak-kanak itu yang sebenarnya keadaan ideal bagi proses pembelajaran. Emosi positif masih banyak dirasakan. Semakin banyak emosi positif, semakin mungkin lahir kreativitas. Stimulasi guru berupa apresiasi, peneguhan maupun penguatan merupakan jurus terbaik dalam membentuk perilaku anak. Jauh lebih baik dibandingkan pola hadiah – hukuman yang mendasari sistem ranking dan ujian nasional.

Apa bedanya Taman Kanak-kanak dengan tahap sekolah selanjutnya, SD, SMP dan SMA?  Pada tahap sekolah selanjutnya, spirit Pak Tino Sidin semakin lama semakin menghilang. Guru bukan lagi menstimulasi, tapi menstrukturkan dan membatasi perilaku anak. Tidak sepenuhnya kesalahan guru, guru pun sekarang mendapat target eksternal yang harus dicapai. Kepuasan guru tidak lagi dari relasi dengan murid, tapi jumlah murid yang naik kelas atau lulus ujian nasional.

Para murid mulai kehilangan sisi anak-anaknya. Kehilangan spontanitasnya. Kehilangan keberanian untuk mencoba. Kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuan diri. Dan celakanya, mulai berani mengambil jalan pintas untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Kemampuan membuat silabus itu penting. Penguasaan terhadap materi pelajaran itu penting. Tapi semua hal penting itu akan kehilangan maknanya bila spirit Pak Tino Sidin tidak menjadi dasarnya. Saya rindu spirit Pak Tino Sidin, rindu spirit itu hadir di proses pendidikan anak-anak kita.

Bagaimana komentar anda mengenai spirit Pak Tino Sidin? 

Sebuah refleksi dari pengalaman sehari mengajar di Kelas Inspirasi