Kali ini cerita serunya jadi kurator Bined ah…

Biasanya kita mengenal istilah kurator itu untuk orang yang mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri. Nah, kurator Bincang Edukasi ini mengelola acara ‘meet-up’, acara offlinenya Bincang Edukasi.

Oya, untuk yang belum kenal, Bincang Edukasi ini adalah wadah berjejaring di bidang pendidikan, yang diinisiasi oleh Kreshna Aditya. Kalau mau tahu curhatan Kreshna membuat Bincang Edukasi ini, bisa dilihat di sini. Setiap minggunya Bincang Edukasi membuat diskusi daring (online) di twitter dengan tagar #twitedu, topiknya hal-hal seputar pendidikan. Diskusi ini tidak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga pendidikan formal atau pendidikan dalam keluarga.Untuk acara offline-nya, Bincang Edukasi pada dasarnya adalah acara berkumpulnya para penggerak pendidikan, seperti inisiator gerakan-gerakan pendidikan, praktisi dan pemerhati pendidikan saling berbagi dan belajar. Bincang Edukasi melihat banyak sekali inisiatif gerakan pendidikan dari masyarakat namun belum saling mengenal, apalagi berkolaborasi.

Tujuan Bined adalah wadah amplifikasi, komunikasi dan kolaborasi bagi para penggerak pendidikan ini. Oya, Bincang Edukasi adalah acara dari, oleh, dan bagi kalangan pendidikan. Jadi kami tidak menarik bayaran apapun dari peserta dan selama ini seluruh pembicara Bined pun tampil pro bono publico, alias demi kebaikan publik. Konsepnya adalah kumpul-kumpul bagi kalangan pendidikan.

Om Sulis dan Kreshna

Konsep Bined adalah 4-5 presentan yang diberi kesempatan berbagi tentang kegiatannya masing-masing selama 17 menit tanpa tanya jawab dan diakhiri dengan sesi diskusi singkat. Biasanya dalam satu kali pertemuan, akan ada satu presentan yang melakukan demonstrasi, sehingga waktu yang diberikan 27 menit. Yang utama dibicarakan memang gerakan, ide dan praktek-praktek pendidikan yang mereka jalankan. Namun yang tidak kalah penting diceritakan adalah kegelisahan, nilai dan misi pribadinya dalam menyampaikan presentasi, juga alasan mereka berjuang untuk pendidikan melalui jalan itu.  Kalau presentasi itu bisa disampaikan oleh orang lain (bukan inisiatornya), justru sebenarnya kurang bagus karena (biasanya) akan seperti presentasi program saja. Sisi personal dalam presentasi akan membawa kesan dan inspirasi yang lebih dalam bagi audiens. Bincang Edukasi saat ini sudah berjalan rutin di tiga kota: Jakarta, Surabaya, dan Bandung, masing-masing setiap dua bulan.

Penasaran mau lihat para presentan berbagi?

Menjadi kurator Bincang Edukasi ini berawal dari pertemuan dengan Deta. Kami sudah beberapa kali berada di satu acara, seliweran di komunitas yang sama, bahkan sebenarnya kami bersekolah di tempat yang sama. Tapi kita belum kenal, hanya sama-sama tahu saja. Waktu saya minta CD “Gerakan Musik Anak” dari Anyi Karina, Deta ini nyamber. Alhasil ia mengantarkan CD
tersebut bersama seikat daun ketumbar.

Loh, kenapa daun ketumbar? Rupaya Deta ingat, saya membuat saus salsa dengan daun ketumbar yang banyaaak sekali untuk cemilan acara Rabu Belajar yang diadakan Komunitas Sahabat Kota (KSK) di rumah saya.

Ya, rumah saya memang pernah jadi tempat ‘ngepos’  KSK. Jadi tempat kumpul, tempat rapat, tempat logistik. Karena ini jugalah, saya jadi jadi banyak mengenal teman-teman yang punya minat di bidang pendidikan. Rumah saya juga sering menjadi tempat persinggahan teman-teman kami dan tidak jarang pembicaraan santai teman-teman di meja makan jadi pembicaraan yang serius. Meja makan ini jadi salah satu tempat ‘bersejarah’ tempat meluapnya ide-ide gila teman-teman.

Akhirnya, waktu Anyi berkesempatan ke Bandung, kita janjian ketemu. Anyi dan Mas Ibut, Deta, dan saya. Anyi mengompori saya dan Deta untuk mengumpulkan orang-orang yang sekiranya punya kegelisahan yang sama dan mencari tahu, apa yang bisa kita lakukan.

Bandung, sebenarnya kaya dengan komunitas dan kegiatan anak muda yang membangun. Saya dan Deta punya hobi yang sama. Kami sering gemas melihat ada teman atau komunitas yang ‘bau-bau’nya akan seru kalau berkolaborasi, jadi kami dengan senang hati mengenalkan dan ‘menjodohkan’ teman atau komunitas yang punya passion sama.

Kita perlu apa untuk kemajuan pendidikan Bandung, ya?

Awal Feb 2012 akhirnya kami membuat FGD dengan mengundang teman-teman yang sudah membuat aksi nyata di bidang pendidikan. Dalam FGD itu, kami mengajak Anyi dan Kreshna (inisiator utama Bincang Edukasi) yang datang bersama keluarganya. Wah, seru! Satu keluarga bergerak di dunia pendidikan!

Dari hasil diskusi tercetuslah, ternyata yang dirasa penting adalah sebuah wadah berjejaring. Kreshna menawarkan Bincang Edukasi untuk berkembang di Bandung, dan kami berdua langsung ditodong jadi kurator. Kreshna juga menantang kami untuk langsung mengadakan Bined-Meetup Bandung pertama dalam waktu sebulan. Yang resmi jadi kurator Bined-Bdg memang cuma saya dan Deta. Tapi yang membantu alhamdulillah banyak. Ada Asep dan Rendy dari Rumah Belajar Pelangi (Baleendah) yang datang jauh-jauh untuk membantu, Suni dari Rumah Edukasi dan juga ada Bella dari Indonesia Bercerita-Bdg.

Puti berbagi di #bined05

Maret  2012, jadilah Bincang Edukasi pertama di Bandung dengan presentan Puti dari Rumah Belajar Mentari, Kandi dari KSK, Andy Sutioso dari Rumah Belajar Semi Palar, Anyi Karina dan Cozy Street Corner dari Gerakan Peduli Musik Anak. Semuanya teman-teman kami, makanya dengan mudahnya ‘ditodong’ untuk jadi presentan Bined-Meetup Bdg pertama. Senang sekali! Acara tersebut cukup sukses dengan jumlah peserta yang banyak, sekitar 130 orang. Kami mendapat semangat dan energi yg besar. Satu catatan kami, banyak kok yang peduli dengan dunia pddkn walaupun tidak menjadi pendidik. Hanya saja mungkin kita belum tahu, dan mereka pun belum tahu, jadi perlu dipertemukan 🙂

Malam setelah Bined-Meetup, kami langsung ‘rapat’ lagi mendata narasumber yang potensial diundang plus ‘mengunci’ jadwal setahun ke depan. Ternyata ‘todongan’ Kreshna untuk mengunci jadwal ini suatu langkah yang tepat! Saya dan Deta jadi bisa membagi waktu lebih mudah antara menjadi kurator dan pekerjaan kita sehari-hari, termasuk mempermudah berbagi tugas antara saya dan Deta. Alhamdulillah daftar calon presentan yang terkumpul cukup banyak, jadi tidak terlalu susah mencari calon presentan! Tuh, kan.. sebenarnya banyak yang bisa berbagi inspirasi.

Memang banyak cara untuk berkontribusi memajukan bidang pendidikan. Tidak perlu menjadi guru atau melalui sekolah. Kita sebagai warga bisa melakukan aksi nyata! 😀 Daripada ngomelin sistem yang tidak kunjung beres. Lebih baik aktif dalam gerakan-gerakan pendidikan.Tidak juga harus jadi kurator Bined, sih.. tapi,

jadi #kuratorBined, kami bisa kenalan langsung dgn orang-orang keren di bidang pendidikan, dan mengajak mereka untuk berbagi menjadi presentan

jadi #kuratorBined, kami bisa mengenalkan teman-teman kami yang keren karena sudah bisa melakukan aksi nyata di bidang pendidikan

jadi #kuratorBined, kami bisa merasakan semangat para peserta. Raut muka berbinar-binar karena terinspirasi oleh presentan juga salah satu suntikan energi.

sama seperti @ratnakristanti, jd #kuratorBined itu bisa mengenal warna-warni komunitas pendidikan di kota sendiri dan kota lain.

jadi #kuratorBined = menemukan keluarga baru. terima kasih @ratnakristanti @kreshna @anyi_karina @akhmadGuntar @bukik @inandatiaka @devieriana @danaOktiana @senorjoey. Mereka ini selalu menghangatkan hari lewat becandaan ‘garing’ di jarkom #kuratorBined

jadi #kuratorBined, saya dan @deta sebisa mgkn menyempatkan ketemu narsum secara personal. ini yang seru! mendengar cerita inspiratif 🙂

Pekerjaan menyenangkan #kuratorbined : Menyatukan presentasi para presentan Bined.Bisa curi start duluan lihat bahan presentasi yg keren2 😀 -Deta-

Dengan jd #kurator bined, kayaknya kami jadi punya semacam “peta”, kalau mau mengobrolkan topik pddkn tertentu, perlu hubungi siapa..

oya, jadi #kuratorBined juga mendapat kesempatan serunya menjadi moderator #twitedu.

Tips menjadi Kurator Bincang Edukasi!

  • Sebisa mungkin berkenalan dan mengobrol dengan calon presentan secara personal. Banyak hal yang terungkap dan bisa didiskusikan, termasuk mencari topik yang menarik untuk dibagi
  • Mengunci jadwal setahun penuh membantu kurator berbagi waktu dengan kegiatan lainnya. Pastikan dahulu ketersediaan tempat.
  • Kenali dinamika komunitas-komunitas di kotamu! Yang aktif,  yang baru lahir,  yang potensial, semua bisa dijadikan presentan. Yang penting, cari titik inspiratif dan menarik untuk dikolaborasikan dengan gerakan atau komunitas lain.
  • Kenali pula komunitas atau gerakan di kotamu yang mungkin tidak berhubungan dengan pendidikan secara langsung, tapi sebenarnya punya andil atau mendukung kegiatan pendidikan. Misalnya Bandung Fe Institut yang tidak secara langsung bergerak di bidang pendidikan. Tapi ternyata, data-data yang mereka punya bisa dimanfaatkan pada kegiatan belajar mengajar!
  • Terkadang calon presentan sendiri tidak menyadari bahwa mereka sudah berbuat untuk pendidikan. Salah satu fungsi kurator adalah mengarahkan fokus presentasi dan menjelaskan hubungan kontribusinya dengan bidang pendidikan.
  • Kenali cara kerja rekan kuratormu. Diskusikan patok-patok waktu sesuai dengan ritme kerja tim, termasuk pembagian tugas.
  • Kenali teman-teman atau orang-orang yang menjadi simpul komunitas atau kegiatan-kegiatan di kotamu. Bekerja sama dengan orang-orang ini akan membantu publikasi dan mencari orang-orang yang potensial untuk diajak berbagi.
  • Sering-seringlah hadir di acara-acara yang ada di kotamu. Tidak harus acara atau kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, tapi manfaatkan acara tersebut untuk berjejaring dengan sebanyak mungkin orang atau komunitas.

“Barusan dapat komentar, rajin banget Bined Bandung diadakan. Ya, soalnya di Bandung memang banyak penggerak pendidikan yang harusnya bisa sharing & menginspirasi orang lain. Makanya saya & @mbakdan selalu berusaha penuhi komitmen adakan Bined Bandung 2 bulan sekali sambil terus cari & bikin daftar penggerak pendidikan yang bersedia sharing.”
-@ratnakristanti

Kami percaya setiap orang yang hadir di setiap meetup akan menularkan energinya, baik pada acara meetup itu sendiri, maupun untuk teman-temannya setelah pulang dari meetup 🙂 Kami tidak dibayar untuk menjadi #kuratorBined, tapi manfaat dan senangnya jauh lebih banyak dari energi yang kita keluarkan 🙂

Alhamdulillah, setahun ini kami berhasil menyelenggarakan Bined-Meetup Bandung 2 bulan sekali. Harapannya, dengan berjejaring dan berkolaborasi, kita bisa menjadi salah satu agen perubahan pendidikan, minimal untuk diri dan keluarga sendiri.

Berminat jadi kurator di kotamu? Yuk!

Inilah para presentan yang sudah berbagi di Bined-Meetup Bandung

Bincang Edukasi  #5 | 17 Maret 2012

  • Andy Sutioso | Rumah Belajar Semi Palar
  • Kandi Sekarwulan | Komunitas Sahabat Kota
  • Dhitta Puti Sarasvati | Rumah Mentari
  • Karina Adistiana & Cozy Street Corner | Peduli Musik Anak & Save Our Music

Bincang Edukasi  #7 | 26 Mei 2012

  • Nia Kurniati | Guru SMPN 11 Bandung
  • Rahma Ainun Nisa | Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja)
  • Luna Setiati | Chiekal Creative Learning
  • Ben Satriatna | Kalyana Mandira

Bincang Edukasi #8 | 7 Juli 2012

  • Listia Rahmandaru Guntur | Komunitas Bandung Berkebun
  • Maya Hirai | Sanggar Origami Indonesia (SOI)
  • Syafinatul Fitri | Cakrawala Baca
  • Wawan Setiawan Husin | pendongeng, dosen dan jepruter
  • Iwan Pranoto | Dosen Matematika ITB

Bincang Edukasi #10 | 29 September 2012

  • Amilia Agustin | pelajar SMUN 11 Bandung
  • Hokky Situngkir | Bandung Fe Institut (BFI).
  • Peri Sandi Huizche | komunitas Celah-Celah Langit
  • Ayu Kartika Dewi | Open Government Indonesia.

Bincang Edukasi #11 | 10 November 2012

  • Sinta Ridwan | Kelas Aksara Kuna
  • Sanny Darman | Komunitas Homeschooling Pewaris Bangsa
  • Nayasari Aissa | Skhole
  • Andrisyah Tauladan | Indonesia Belajar 2020
  • Rahadian P. Paramita | KalyANamandira

Bincang Edukasi #13 | 19 Januari 2013

  • Asep Suhendar | Rumah Pelangi
  • M. Iqbal Tawakal | Next Generation Indonesia
  • Ivan Lanin | Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia dan pendukung Creative Commons
  • Tina Maladi | praktisi yoga
  • Greeneration Indonesia – Komunitas Sahabat Kota | kolaborasi “Petualangan Banyu & Elektra Menyalakan Kota”,  sebuah film animasi pendek bagi anak tentang pendidikan lingkungan .

Terima kasih untuk seluruh presentan yang sudah berkenan berbagi dalam payung Bincang Edukasi, yaa 😉