Kalau saya diminta merekomendasikan sedikit buku anak-anak yang menginspirasi dan penuh pembelajaran, buku-buku karya Dr. Seuss pasti saya sertakan. Untuk beberapa posting ke depan saya akan membahas tentang Dr. Seuss dan juga beberapa karyanya.

Untuk posting pertama ini saya akan memulai langsung dengan karya Dr. Seuss yang paling saya suka dan sudah saya baca/tonton entah berapa ratus kali. Judulnya adalah “Oh, the Places You’ll Go”, karya terakhir Dr. Seuss yang dipublikasikan sebelum ia meninggal dunia. Kebetulan saya juga menemukan versi video yang dibacakan di YouTube, dan langsung jadi favorit saya!

“Oh, the Places You’ll Go” adalah karya terakhir yang ditulis dan juga digambar oleh Dr. Seuss (ia memang penulis buku anak dan juga ilustrator top) dengan ciri khasnya yang menulis dengan sajak penuh rima yang indah. Karya yang satu ini bercerita tentang dorongan bagi seorang anak untuk berani menjelajahi dunia. Karena begitu inspiratifnya, buku “Oh, the Places You’ll Go” umum dijadikan hadiah bagi wisudawan, pegawai baru, orang yang akan pindah ke tempat yang jauh, dan kesempatan lainnya.

“Oh, the Places You’ll Go” mengambil sudut pandang seorang narator yang memberi nasehat kepada seorang anak tentang apa yang akan ia hadapi dan bisa capai bila ia berani “mengeksplorasi dunia” (tidak harus diartikan jalan-jalan keliling dunia atau hijrah ke daerah asing). Tidak seperti kebanyakan buku anak-anak lainnya yang begitu utopis dan idealis, “Oh, the Places You’ll Go” juga bersikap realistis dengan menunjukkan bahwa hidup tidak selalu berjalan indah dan akan banyak kesulitan yang akan kita hadapi. Isi lengkapnya bisa dilihat di video (keren bangetttt!!!), atau bila ingin melihat teks lengkapnya bisa dilihat di sini.

Kisahnya dibuka dengan narator memberi selamat pada si tokoh utama, seorang anak yang selanjutnya hanya dipanggil dengan kata ganti “you”, karena hari ini adalah hari ia bisa mulai menjelajahi dunianya, dimulai dari jalan-jalan di kotanya. Saat ia tidak menemukan sesuatu yang menarik lagi di kotanya, ia pun didorong berani keluar dari kotanya di mana lebih banyak kemungkinan hidup yang bisa terjadi padanya. (Buat para orang dewasa: “kota” di sini bisa juga melambangkan “zona nyaman”.)

Ketika di luar kota, ia akan bisa menemui banyak hal-hal baru yang mengasyikkan. Namun kemudian, bisa juga ia menemui kesulitan, tempat-tempat asing yang membuatnya ragu dan takut. Ia harus mempertimbangkan risiko dan keuntungan yang bisa ia dapatkan kalau ia memilih untuk terus maju. Ada juga kemungkinan ia akan masuk ke “tempat paling tidak berguna” yaitu “tempat menunggu”.

Saya suka sekali ketika Dr. Seuss memasukkan tempat menunggu ke dalam cerita ini. Di tempat menunggu ini diceritakan orang-orang di dalamnya hanya bersifat pasif menunggu apa yang akan dibawa dan diberikan kehidupan pada mereka. Pada bagian ini, Dr. Seuss memberikan banyak sindiran bagi orang dewasa yang tidak bersifat proaktif mengejar apa yang ia ingin capai dalam hidup.

Di tempat menunggu ini, orang-orang di dalamnya menunggu berbagai macam hal, mulai dari hal-hal ringan seperti menunggu hujan berhenti, telepon berdering, angin untuk menerbangkan layanan, rambut tumbuh kembali, sampai menunggu hal-hal penting dalam hidup seperti menunggu keputusan “ya” atau “tidak” dari orang lain, menunggu hari Jumat malam (sindiran bagi para orang dewasa yang selalu menantikan akhir pekan), dan juga menunggu kesempatan kedua. Benar-benar bagian yang menyadarkan bagi saya!

Si narator kemudian mendorong si anak untuk berani keluar dari tempat menunggu karena tempat itu bukanlah tempat yang baik untuknya. Di luar sana banyak tempat cerah bagi orang-orang yang mengejar passion-nya. Begitu banyak pencapaian yang bisa diraih bila kita bertanggung jawab pada hidup kita sendiri. Namun lagi-lagi akan banyak masalah yang dihadapi, suka atau tidak. Kadang-kadang ada masa di mana kita akan merasa berjuang sendiri.

Namun yang penting adalah tidak menyerah, terus berani mengalahkan rasa takut dan menyelesaikan masalah walaupun seringkali akan merasa lelah. Karena kesuksesan bukanlah tujuan, namun kesuksesan adalah perjalanan dan petualangan. Kehati-hatian selama perjalanan serta kemampuan menyeimbangkan segala sesuatunya dalam hidup akan membantu kita.

Di akhir cerita, narator mengatakan bahwa si anak akan sukses (dijamin 98¾%) dan dia akan bisa menggerakkan gunung sekalipun. Ia mengingatkan lagi bahwa hari ini adalah hari si anak bisa memulai perjalanannya dan gunungnya sudah menunggu (untuk digerakkan). Cerita pun ditutup dengan open ending, si anak memulai perjalanannya.

Bagaimana mungkin saya bisa tidak suka dengan cerita semacam itu? Benar-benar menginspirasi! Jangan lewatkan lihat videonya di atas ya. Dalam posting berikutnya saya akan bahas tentang karya Dr. Seuss yang tidak kalah mengasyikkan, yaitu “Oh, the Thinks You Can Think”.***