Helm dan Isi Kepala Anak Kita 

Posted by on 18 Dec 2014 in blog | 0 comments

Kepala adalah organ vital manusia. Penting bagi kita melindungi kepala. Sayangnya di negeri ini, pembuatan helm dilakukan lebih serius daripada merawat isi kepala anak-anak kita.

Sebuah Perbandingan
Standar Nasional Indonesia untuk helm ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang berada dibawah presiden langsung. Salah satu prinsip penetapannya adalah konsensus, standar disepakati oleh parapihak. Posisi BSN di bawah presiden membuat standar tidak bisa diubah oleh menteri terkait.

Read More

Kurikulum bagi Raksasa

Posted by on 18 Dec 2014 in opini | 0 comments

Dimuat di Koran Tempo, 18 Desember 2014

Common Core State Standards

Dari empat negara berpenduduk terbesar Tiongkok, India, AS, dan Indonesia, negara India dan AS sama-sama tak memiliki kurikulum nasional. Bahkan standar CCSS (Common Core State Standards)  yang baru sedang dicoba untuk diterapkan belum disepakati untuk diterapkan di semua negara bagian. Standar CCSS ini pun sementara baru mencakup matapelajaran Matematika dan Bahasa Inggris saja. Para pendidik AS berpendapat bahwa standar CCSS ini dan khususnya ujiannya membuka peluang terjadinya penyeragaman pendidikan dan anak didik. Dan, ini bertentangan dengan kebebasan individu dan keberagaman yang dijuarakan sistem pendidikan AS.

Read More

Surat untuk Charlie Owen

Posted by on 17 Dec 2014 in blog | 0 comments

Pada pertengahan tahun 2014 lalu, sebuah surat dari seorang kepala sekolah di Inggris kepada siswa-siswa kelas 6 di SD-nya menjadi pembicaraan hangat di Internet. Surat tersebut menjadi penyerta hasil ujian standar yang dikirimkan kepada setiap siswa. Walaupun ada kontroversi tentang apakah surat tersebut merupakan hasil plagiarisme atau bukan, namun banyak orang merasa surat tersebut sangat perlu dibaca oleh para orangtua, guru dan pengelola pendidikan.

Read More

Memilih Sekolah Kondusif

Posted by on 16 Dec 2014 in blog, featured | 0 comments

514ype-+JGL._SX258_BO1,204,203,200_Biasanya orangtua memilih sekolah baik berdasarkan kriteria: nilai ujian siswa, passing grade, atau biayanya. Namun pakar pendidikan Ian Gilbert dalam bukunya, Independent Thinking, mengajukan 25 parameter yang bisa jadi panduan bagi orangtua dalam memilih sekolah dengan atmosfer pembelajaran yang kondusif bagi anaknya. Tentu saja daftar ini bukan harga mati, karena bisa-bisa kita tidak akan pernah menemukan sekolah seideal itu. Bagi pengelola sekolah [juga masyarakat di sekitar sekolah], daftar ini bisa jadi panduan tambahan untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang kondusif di dalam lingkungan sekolah.

Read More