Bagi Soelistyanto Soejoso, anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur yang akrab dipanggil Pak Sulis ini, pendidikan adalah tonggak Restorasi Keindonesiaan. Pendidikan sebagai Restorasi Keindonesiaan berbeda dengan sekadar sekolah maupun sekadar mengajar. Pendidikan bukan juga sekadar mengukur kuantitas lulusan akademis, bukan sekadar ijazah! Pendidikan sebagai Restorasi Keindonesiaan berarti harus bisa menggaungkan kearifan lokal kita – keramahan, kesantunan, gotong royong, dan sebagainya. Saat ini adalah era perubahan. Eranya semangat muda. Kesadaran dalam beradaptasi terhadap perubahan sangatlah penting – janganlah mau tertinggal! Kita butuh inisiatif. Kita butuh harapan. Mari, biarkan anak muda membawa obor harapan pendidikan untuk masa depan. Biarkan kita semua menjaga agar obor harapan itu kian terang nyalanya. Mari, kita bergandeng tangan. Pendidikan bukan milik pemerintah saja, ia milik setiap yang hidup! Sekaranglah saatnya menggelorakan gerakan sosial, dari kita, untuk pendidikan Indonesia!