Posting kali ini masih membahas tentang konsep-konsep pendidikan di dalam buku The Best Schools karya Thomas Armstrong. Apabila di posting sebelumnya saya menuliskan konsep Armstrong tentang Wacana Prestasi Akademik dan Wacana Perkembangan Manusia, maka kali ini saya akan menuliskan poin-poin penerepan riset perkembangan manusia ke dalam dunia pendidikan seperti yang dikonsepkan oleh Thomas Armstrong. Ironis memang, saat dunia keilmuan tentang perkembangan manusia [psikologi, neurosains, dll] berkembang demikian pusat dalam 10-20 tahun terakhir, struktur persekolahan kita masih tak jauh beda dengan jaman revolusi industri. Sudah saatnya kita menelaah riset-riset tentang perkembangan manusia dan mencoba menerapkannya ke dalam dunia pendidikan. Oh ya, saya hanya menuliskan poin-poinnya saja ya. Karena tentu saya tak bisa copy-paste semua dari bukunya.

 

Program Pendidikan Usia Dini
Fokus dan tema: bermain

Praktik pendidikan yang sesuai dan tidak sesuai dengan perkembangan dalam Pendidikan Anak Usia Dini:

Kegiatan yang Tidak Sesuai Perkembangan Kegiatan yang Sesuai Perkembangan
Lingkungan kelas buatan Permainan tanpa akhir
Jam sekolah yang panjang Jam sekolah yang singkat
Waktu tidur siang dan istirahat ditiadakan Ada waktu tidur siang
Instruksi untuk keterampilan akademik formal [membaca, menulis, matematika dan sains] Pembelajaran informal sepanjang waktu
Pekerjaan rumah Keterlibatan orang tua di sekolah
Menuntut belajar di meja untuk waktu lama Kebanyakan waktu dipakai untuk bergerak dan belajar
Tes standar Pendokumentasian pengalaman anak dan apa yang mereka temukan tentang dunia, jiwa dan alam mereka
Program berpusat pada guru Program berpusat pada anak
Komputer, televise, internet Tidak ada alat berteknologi tinggi – sebaliknya, banyak pengalaman multi-indrawi
Kelas dijadwalkan menjadi unit-unit pendek Banyak waktu bermain tak terstruktur
Jam sekolah dibagi sesuai dengan mata pelajaran Ada banyak peluang untuk kegiatan spontan, bermanfaat dan menyenangkan
Pembuatan tujuan instruksional untuk anak Menghargai integritas, keutuhan dan kebijakan anak kecil
Membuat seluruh siswa terlibat dalam satu kegiatan secara bersamaan Membiarkan anak memilih kegiatannya sendiri

 

Program Pendidikan Sekolah Dasar
Fokus dan tema: mempelajari alam semesta

Praktik pendidikan yang sesuai dan tidak sesuai dengan perkembangan dalam Pendidikan Sekolah Dasar:

Kegiatan yang Tidak Sesuai Perkembangan Kegiatan yang Sesuai Perkembangan
Lingkungan kelas buatan Ruang kelas yang membuka dunia nyata [baik secara harfiah maupun kiasan]
Penekanan terlalu besar pada membaca, menulis dan matematika Membaca, menulis dan matematika yang berhubungan dengan penemuan dunia nyata
Buku pelajaran, lembar kerja, buku kerja Bahan pelajaran otentik yang biasanya menjadi bagian dari dunia nyata [internet, sastra, perlengkapan seni, alat-alat sains, artefak buatan, dll]
Program pengajaran tertulis Eksplorasi siswa pada dunia nyata yang dipandu oleh guru
Program belajar berbasis-fakta Belajar berdasarkan pertemuannya dengan dunia nyata, menghasilkan gagasan, wawasan, pencerahan, renungan, pengamatan, dsb

 

Program Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Fokus dan tema: perkembangan sosial, emosional dan metakognitif

Praktik pendidikan yang sesuai dan tidak sesuai dengan perkembangan dalam Pendidikan Sekolah Menengah Pertama:

Kegiatan yang Tidak Sesuai Perkembangan Kegiatan yang Sesuai Perkembangan
Suasana sekolah yang tak aman Suasana sekolah yang aman
Sekolah besar dan tak bersahabat Komunitas belajar kecil
Interaksi dengan orang dewasa yang tak bersahabat Hubungan dengan orang dewasa yang bersahabat
Kurikulum terpisah-pisah Pembelajaran yang melibatkan siswa
Teladan buruk atau tak ada teladan Teladan positif
Strategi metakognitif terbatas pada matematika dan membaca Strategi metakognitif terintegrasi pada semua pelajaran
Tidak ada program seni yang signifikan Aktivitas seni ekspresif bagi semua siswa
Tidak ada program kesehatan dan kebugaran yang berarti Fokus pada kesehatan dan kebugaran
Pengalaman belajar yang datar secara emosi Kurikulum yang penuh melibatkan emosi
Lingkungan belajar yang dikontrol oleh guru dan administrator Peran siswa dalam pengambilan keputusan
Suara siswa tak didengar atau dihargai Menghormati dan menghargai suara siswa
Fokus total pada pembelajaran secara akademis dengan mengabaikan perkembangan sosial dan emosional Membantu perkembangan sosial dan emosional

 

Program Pendidikan Sekolah Menengah Atas
Fokus dan tema: menyiapkan siswa hidup mandiri di dunia nyata

Praktik pendidikan yang sesuai dan tidak sesuai dengan perkembangan dalam Pendidikan Sekolah Menengah Atas:

Kegiatan yang Tidak Sesuai Perkembangan Kegiatan yang Sesuai Perkembangan
Sekolah besar dan tak bersahabat Komunitas belajar kecil
Sekolah “pusat belanja” Magnet school atau charter school yang berbasis tema
Penelusuran kemampuan Akademik berbasiskan karier
Terlalu banyak duduk di dalam kelas Kerja praktik
Tekanan akademik yang berlebihan Latihan kewirausahaan
Hubungan siswa-guru yang tak bersahabat Magang
Kebijakan tak boleh salah Masyarakat demokratis

 

Demikian contoh-contoh praktik pendidikan di setiap level yang sesuai maupun tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui saat ini tentang perkembangan manusia. Kembali pada diri para pendidik dan orang tua, bagaimana agar konsep ini bisa diperjuangkan untuk diterapkan ke dalam dunia pendidikan kita.

Untuk informasi lebih detail mengenai konsep ini, silahkan cari buku The Best Schools karya Thomas Armstrong yang edisi Bahasa Indonesia-nya sudah diterbitkan oleh Kaifa Learning sejak tahun 2006. Selamat bereksperimen keluar dari kekakuan wacana prestasi akademik yang sudah usang. ***